Rabu, 25 April 2012

Superhero itu bernama Ayah dan Ibu

Kisah #1
"Gratis"

Seorang anak yang mendapati ibunya sedang sibuk memasak makan malam di dapur. Anak itu kemudian mengulurkan secarik kertas pada sang ibu. Ibu segera membersihkan tangan dan membaca kertas yang diulurkan anaknya. Dalam kertas itu bertuliskan seperti ini :
Ongkos upah membantu ibu :
1) Membantu pergi ke warung :
Rp 20.000
2) Menjaga adik :
Rp 20.000
3) Membuang sampah :
Rp 5000
4) Membereskan tempat tidur :
Rp 10.000
5) Menyiram bunga :
Rp 15.000
6) Menyapu halaman :
Rp 15.000
Jumlah : Rp 85.000

Setelah membaca, sang ibu tersenyum. Ia memandang anaknya dengan penuh kasih sayang. Kemudian ibu mengambil pena, dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.

1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan
    -GRATIS
2) Ongkos berjaga malam karena menjagamu
    -GRATIS
3) Ongkos air mata yang menetes karenamu
    -GRATIS
4) Ongkos khawatir karena selalu memikirkanmu
    -GRATIS
5) Ongkos menyediakan makan minum, pakaian, dan keperluanmu
    -GRATIS
Jumlah keseluruhan nilai kasihku
    -GRATIS


Kisah #2
"Di Balik Sikap Keras Ayah"

Ketika Anda masih kecil, ibulah yang lebih sering mendongeng untuk Anda. Tapi, tahukah Anda bahwa sepulang bekerja, dengan wajah lelah, yang pertama kali ditanyakan ayah kepada ibu adalah kabar Anda dan apa yang Anda lakukan seharian ?
Ketika Anda belajar naik sepeda di masa kanak-kanak, ayah akan melepaskan roda bantu di sepeda Anda, dan ibu akan khawatir, jika Anda terjatuh. Tapi tahukah Anda, bahwa itu ayah lakukan itu karena dia yakin bahwa anak kesayangannya pasti bisa melakukannya ?
Ketika Anda merengek meminta mainan baru, ibu menatap Anda dengan iba, tapi ayah berkata dengan tegas, "Tidak sekarang!" Tapi tahukah Anda, bahwa hal itu mendidik Anda menjadi anak yang tidak manja lantaran tidak semua keinginan Anda terpenuhi segera ?
Ketika Anda sakit pilek, ibu merawat dan memberikan perhatian ekstra pada Anda. Tapi, ayah justru membentak, "sudah dibilang jangan suka minum es!". Tapi tahukah Anda, bahwa sebenarnya ayah sangat mengkhawatirkan Anda ?
Ketika Anda beranjak remaja dan menuntut untuk mendapat izin keluar malam, ayah akan sering membentak dan melarang. Tahukah Anda bahwa ayah melakukan itu karena ia sangat ingin menjaga Anda ?
Ketika Anda mulai berlama-lama menelepon atau menerima telepon dari seseorang, ayah akan berada di sekitar Anda dan mendengarkan pembicaraan Anda dan teman Anda di telepon. Tahuka Anda, bahwa rasa ingin tahu ayah akan teman spesial Anda, disebabkan ia ingin memastikan bahwa anaknya memilih teman istimewa yang tepat ?
Ketika Anda lulus SMA, ayah akan memaksa Anda menjadi dokter atau insinyur. Tapi tahukah Anda bahwa itu semata-mata ayah sangat memikirkan masa depanmu ? Dan toh, ayah akan tetap tersenyum dan mendukung Anda saat pilihan Anda tidak sesuai keinginannya.
Ketika Anda harus berkuliah di luar kota, ayah harus melepasmu di bandara. Tahukah Anda bahwa pada saat itu badan ayah terasa kaku untuk memelukmu ?
Ketika itu, ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini-itu, dan menyuruh Anda berhati-hati. Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu, dan memeluk Anda erat-erat. Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundak Anda, sambil berkata " Jaga dirimu baik-baik, ya." Tahukah Anda, bahwa ayah melakukan itu agar Anda kuat dan dewasa ?
Ketika Anda membutuhkan uang untuk biaya kuliah dan kehidupan sehari-hari Anda, ayah adalah orang pertama yang akan menegrutkan kening. tapi tahukah Anda, bahwa ayah akan bekerja keras untuk bisa mengirimkan sejumlah uang yang Anda butuhkan, agar Anda bisa merasa sama dengan teman-teman Anda di kampus ?
Ketika Anda diwisuda, ayah adalah orang pertama yang akan berdiri dan memberi tepuk tangan untuk Anda.
Ketika Anda memilih pasangan hidup, ayah adalah orang pertama yang yakin bahwa anda telah memilih pasangan yang tepat.
Ketika Anda duduk di pelaminan, ayah akan tersenyum bahagia. Tapi tahukah Anda, bahwa dalam hati kecilnya, ayah merasa 'kehilangan' anak kesayangannya ?
Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatangan Anda bersama cucu-cucunya untuk menjenguk.Dengan rambut yang telah dan semakin memutih, dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya, ayah telah menyelesaikan tugasnya.
Ayah adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat, bahkan ketika ia tidak kuat untuk tidak menangis. Ia harus terlihat tegas, bahkan ketika ia ingin sekali memanjakanmu. ia adalah orang pertama yang selalu yakin, bahwa "Anda Bisa" dalam segala hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar